Thursday, February 15, 2018

GAYA HIDUP GLAMOUR RORO FITRIA

GAYA HIDUP GLAMOUR RORO FITRIA

Roro Fitria bukanlah nama yang asing bagi telinga kita. Roro Fitria merupakan artis yang bisa dikatakan serba bisa. Penyanyi, model dan juga bintang sinetron. Keren kan?

Selain ketenaran dirinya karena biasa nongol di televisi, salah satu yang menjadikan Roro Fitria terkenal adalah gaya hidupnya yang glamour.

Saya masih ingat ketika melihat ndoro Roro Fitria memperlihatkan koleksi tasnya yang berharga puluhan juta, bahkan ada yang konon katanya dikisaran ratusan juta... Woww banged!

Selain itu, mobil mewahnya juga pernah diperlihatkan lho di beberapa media, termasuk media online. Mobil mewah bro...

Bahkan tadi saya baca di liputan6.com, biaya untuk merawat kecantikannya mencapai 200-300 juta rupiah setiap bulannya brow... ASELI... ini bikin saya ngiri. Hehehe...


GAYA HIDUP GLAMOUR RORO FITRIA

Bagi saya, mau hidup glamour atau tidak itu sah sah saja. Nggak masalah tuh bagi saya. Lha wong orang kaya dia. Hehehe.

Yang saya bingungkan, berapa yah pendapatan Roro Fitria ini setiap bulannya?

Argh saya kepo nih... ASELI!

Bagi saya, kita bisa belajar pada siapa saja, termasuk kepada Roro Fitria.

Nah, jika dia hidup dengan gelimang harta, siapa sih yang tidak menginginkan memiliki harta banyak seperti itu?

Saya juga kepengin gaes...

Yah siapa tahu Roro Fitria punya tips sukses untuk mendapatkan uang banyak dengan cara yang belum diulas oleh coah-coach saya. Jujur... Ini bisa menjadi ilmu yang menarik bagi saya. Hehehe.

Jadi inget beberapa artis lainnya yang hidup dengan glamour.

Pada kemana yah mereka saat ini? Jarang nongol lho.. Siapa mas? Argh... coba kalian googling sendiri.

Gaya hidup Glamour Roro Fitria sekali lagi adalah hak dia... Saya tidak berhak mengintervensi. Tulisan ini hanyalah pengingat bagi saya. Suatu hari saya bisa sukses, tapi bisa juga jatuh akibat ulah kita sendiri.

Semoga Roro Fitria, keluarga dan artis lainnya yang terjerat narkoba diberikan kesabaran dan kekuatan.

Salam bahagia!


RORO FITRIA PERNAH DIGANDENG PENYULUHAN NARKOBA

RORO FITRIA PERNAH DIGANDENG PENYULUHAN NARKOBA

Roro Fitria ternyata pernah digandeng mengikuti penyuluhan narkoba. Ironinya, malah Roro Fitria ditangkap karena penyalahgunaan narkoba.

Dikutip dari salah satu portal berita online ternama di Indonesia. Roro Fitria memakai shabu-shabu karena terpengaruh teman artisnya.

Entah benar atau tidak, hanya Roro Fitria yang jelas-jelas tahu.

Terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan Roro Fitria, saya pikir ini menjadi "kunci" bagi aparat penegak hukum untuk mencari artis lainnya yang memakai narkoba.

Kali aja bandar besarnya tertangkap... Hehehe...

Dalam bincang tivi yang saya tonton, konon katanya para artis memang diincar untuk menjadi pemakai narkoba. Kenapa? Karena para artis punya followers yang banyak. Nah lho...

Seperti yang saya posting sebelumnya, artis dianggap sebagai public figur. Dampak negatifnya adalah, bisa jadi orang-orang yang mengidolakannya ikut-ikutan perilaku yang kurang baik yang dilakukan oleh artis idamannya itu.


RORO FITRIA PERNAH DIGANDENG PENYULUHAN NARKOBA

Ironi memang. Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadii bubur. Terpurukkah Roro Fitria? bisa jadi...

Dan itu bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa narkoba tidak hanya merusak citra atau nama baik kita, akan tetapi juga merusak syaraf dalam otak kita. Ini paling berbahaya.

Walapun Roro Fitria pernah digandeng penyuluhan narkoba bukan berarti ia bisa lepas atau jauh dari narkoba. Dan ini bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Sekali lagi, mereka adalah artis yang bisa jadi memberikan keuntungan berupa influencer kepada para pengedar narkoba.

Semoga kasus tertangkapnya Roro Fitria ini menjadi pembelajaran bagi kita...

Yang sabar yah ndoro Roro....








Duh, Roro Fitri terlibat NARKOBA

Duh, artis Roro Fitri terlibat NARKOBA

Selamat malam teman-teman yang berbahagia...

Tak seperti biasanya, pada hari ini saya pulang malam. Selain menunggu hujan yang sangat lebat, ada beberapa kerjaan yang harus saya selesaikan pada hari ini.

Sampai di rumah, seperti biasa saya bersantai terlebih dahulu sebelum bersih-bersih alias mandi :)

Ceklek... Tivi pun saya nyalakan sebagai teman setia untuk bersantai ria.

Lah kok tiba-tiba ada berita tentang penangkapan artis Roro Fitria. Usul punya usul, Roro Fitria ditangkap karena kepemilikan narkoba.

Sampai tulisan ini saya posting, saya masih mencari kebenaran berita tersebut.

Ndilalah di salah satu tivi swasta, dihadirkan narasumber tentang kasus Narkoba yang menjerat artis Roro Fitria ini.

Duh, artis Roro Fitri terlibat NARKOBA

Seperti kita ketahui, sebelumnya, aktor ganteng Fahri Albar juga ditangkap karena kasus narkoba.

Sedih dan turut prihatin tentunya.

Apalagi Roro Fitria yang konon katanya pernah dinobatkan sebagai duta narkoba. Sedih kali nih awak...

Artis-artis yang terjerat narkoba memang pantas untuk disayangkan. Bagaimanapun juga, ada beberapa masyarakat yang menjadikan mereka sebagai public figur... Saya mah kagak :)

Nah, disitulah letak disayangkannya versi saya.

Sebagai public figur, hampir semua aktivitas dilihat oleh masyarakat, bahkan bisa jadi ditiru.

Disinilah arti penting sesuatu yang bernama contoh baik menjadi sesuatu yang bisa dikatakan "wajib" untuk mereka yang menjadi public figur... terlepas dari kekurangan mereka sebagai manusia tentunya.

Saya tidak menghakimi Roro Fitria ataupun artis lainnya yang terlibat narkoba. Postingan ini merupakan bentuk empati saya terhadap mereka.

Semoga mereka diberikan kesabaran dan mampu move on dari kasus narkoba ini.

Salam bahagia :)



Saturday, January 27, 2018

Alasan Kenapa Saya Enggan Menjadi Petani

Alasan Kenapa Saya Enggan Menjadi Petani


Selamat sore wahai penduduk bumi yang budiman. Bagaimana kabar kalian sore ini? Semoga dalam keadaan sehat wal afiat. Kalau saya mah lagi flu berat ini. Do'ain yah gaes biar cepat sembuh.

Flu kok nulis?
Ya daripada berak!  #huek...

Kali ini saya akan sedikit bercerita, tepatnya sih curcol, tentang kehidupan saya pribadi yang jarang diketahui makhluk halus. Wkwkwkwk.

Curhatan saya kali ini mengenai alasan kenapa saya enggan menjadi petani?

Sebagai anak kampung yang tidak dilahirkan di kota, kehidupan bertani bukanlah hal yang asing buat saya. 

Sedari saya duduk di bangku sekolah dasar sampai duduk di kobaran api cintamu, ladang dan sawah adalah salah dua sahabat saya.

Yupz, saya sering membantu nenek dan kakek saya untuk merawat ladang dan juga sawah. Mulai dari menanam benih (muwur), menyiangi, bahkan sampai panen saya sering membantu kakek dan nenek saya.

Pun demikian dengan ibu dan almarhum ayah saya. 

Kalau ayah tidak begitu sering. Karena pekerjaan Beliau di salah satu perusahaan oto bus jurusan Purwokerto-Sidareja (Cilacap), otomatis bekerja sebagai petani hanyalah sambilan atau sekedar membantu kakek dan nenek saya saja.

Kalau saya sering membantu. Kenapa? ya elah, di zaman dulu, salah satu tempat bermain favorit bagi anak kampung seperti saya ya di ladang yang kebetulan sekali disitu terdapat aliran kali Tajum.

Saya dan teman-teman kecil saya biasa lumban atau mandi di sungai itu.

Jadi sembari bermain, kami pun ikut membantu orang tua maupun nenek kakek kami bekerja di ladang. Sungguh mengasyikkan.

Tidak seperti zaman now, terakhir saya ke ladang, saya tidak melihat ada anak-anak kecil bermain disitu. Beda zaman gitu loch :)


Alasan Kenapa Saya Enggan Menjadi Petani

Kembali lagi ke cerita....
Begitu terus pergumulan hidup saya hingga saya beranjak dewasa. Sekolah, bermain dan ke ladang/sawah.

Setamat SMA pun saya masih sering bersama nenek dan kakek pergi ke ladang. Apalagi waktu itu kakek saya memiliki kambing. So, hampir tiap hari saya dan kakek ngarit atawa mencari rumput untuk makanan kambing kakek.

Setelah tamat SMA itulah pikiran saya melayang kemana-mana, termasuk masalah pekerjaan.

Harap maklum, ketika itu masih banyak teman saya yang hanya berhenti di bangku SD dan SMP saja, sehingga ketika saya lulus SMA sudah banyak teman yang sudah memiliki pekerjaan sendiri. Kebanyakan merantau di Jakarta.

Tapi entah kenapa, sedari dulu tidak pernah terpikirkan oleh saya untuk kerja di sana (Jakarta). Saya ingin kerja di tempat yang dekat dengan orang tua dan tempat tinggal saya. Pikiran saya waktu itu, apakah harus jauh-jauh ke Jakarta untuk sekedar mendapatkan uang?

Sempat terpikirkan juga oleh saya untuk bertani atau berdagang sebagaimana pekerjaan yang dimiliki oleh kakek dan nenek serta ibu saya. Bahkan konon katanya, buyut saya (kakek dari bapak) adalah pedagang yang sukses. Tanahnya sangat banyak. Saking banyaknya, tanah buyut saya masih dapat dinikmati oleh generasi saya, bahkan generasi berikutnya. Yupz, sepupu-sepupu saya sudah ada yang memiliki momongan. Dan alhamdulillah, peninggalan buyut kami berupa tanah dan sawah masih sedikit-sedikit bisa dinikmati.

Mungkin itu juga salah satu faktor kenapa saya senang berjualan hingga sekarang. Apapun dijual gaes. Ada buku -buku bisnis best seller yang sudah terjual puluhan ribu, bahkan sekarang mungkin sudah mendekati jutaan eksemplar (kesini saja untuk bisa memiliki buku-buu tersebut), mesin pertamini, dan masih banyak lagi.

Hampir semua saya pasarkan secara online. Terakhir, saya ditawari untuk menjual tablet baru dengan harga yang super duper murah. Bisa cek kesini kalau teman-teman ingin memiliki gadget murah dengan kemampuan yang oke punya tentunya.

Nah, karena postingan ini berjudul kenapa saya enggan menjadi petani, langsung saja saya tulis alasannya. 


Alasan ini masih berkaitan erat dengan pengalaman saya selama "bertani" dengan kakek dan nenek saya.


Menjadi petani itu banyak susahnya. Asli... Inilah alasan utama saya enggan menjadi petani.

Dapat dikatakan serba susah. Bayangkan saja, mulai dari mencari bibit, sulit dan mahalnya harga pupuk, perawatan ekstra seperti menyiangipun kadang harus membayar tetangga/orang lain. Dan puncaknya ketika panen tiba. Harga hasil pertanian tak seberapa.

Si malakama memang menjadi petani. Satu sisi kami ingin harga hasil panen mahal. Satu sisi lagi, konsumen tentu saja menginginkan harga murah.

Parahnya, justru para tengkulak besar lah yang menurut saya menuai keuntungan. Bukan petani sebagai sokoguru utamanya. Entahlah....

Tapi itulah yang terjadi bertahun-tahun.....

Pola pikir sayapun terbentuk untuk tidak mau menjadi petani. Susah bro... Apalagi petani gurem. Bisa makan saja syukur.

Saya berharap, semoga kehidupan petani di negeri ini secara bertahap semakin baik. Dan harapan saya juga, semoga banyak anak-anak muda dengan keilmuan nya yang mumpuni, khususnya ilmu pertanian modern, bisa memberikan kontribusi yang nyata untuk para petani.

Bagaimana dengan pemerintah? Saya ndak mau ngomong. Karena sudah menjadi tugas mereka untuk mensejahterakan semua warga di negeri ini, termasuk petani :)

Sekian tulisan yang saya beri judul Alasan Kenapa Saya Enggan Menjadi Petani.

Yang jelas, untuk saat ini saya masih enggan untuk bertani. Entah beberapa tahun kemudian. 

Salam sejahtera untuk kita semua.











Saturday, December 23, 2017

Terimakasih Blogger

Sumber gambar

Pojok Darsono-Terimakasih Blogger


Ada beberapa teman yg nanya, blog sampeyan banyak juga yah? Ndak bingung diisi apa?

Jujur saja Kadang saya blank mo nulis apa...
Bahkan bisa dua minggu lebih blog blog saya Kadang tak ada postingan terbaru.


Disaat itulah saya harus muter otak mau nulis apa.

Sampai suatu ketika saya membaca salah satu personal blog milik teman blogger asal Bandung yang menurut saya begitu "polos".

Polos? 

Yupz, isinya begitu enak dibaca... Gaya bahasanya pun teramat sederhana...
Disertai humor humor yg menurut saya terlihat spt Bukan sesuatu yg lucu. Tapi lucu... Ah sudahlah tidak perlu kita perpanjang....
Hampir setiap minggu 2 atau 3 postingan terbaru selalu muncul di Blognya....
Dan yg komen.... Hadeuhhhh... Bejibun mak!
Saya belum pernah "pertamax " di Kolom komentar nya. Hihihiy...

Isi postinganya apa?
Hanya rutinitas sehari hari...

Walaupun begitu, ada saja pembelajaran yg saya dapat sehabis membaca postingan nya.
Jadi inget tulisan nya mas Defri di telegramnya...

........Def kalau kamu ingin memberikan manfaat kebanyak orang maka MENULISLAH.
-Tulislah apapun yang kamu pelajari.
-Tulislah pengalaman hidupmu.
-Tulislah perjalanan hidup mu.
Karena selalu ada yang bisa orang lain pelajari dari itu..........



Dari situlah muncul ide untuk membuat blog baru mengenai pengalaman saya selama menjadi karyawan....


Saya pikir, 15 tahun lebih adalah waktu yg tidak sedikit.
Yupz,, saya menjadi karyawan sejak tahun 2001...
Semoga blog saya bisa bermanfaat buat teman teman yang saat ini masih menjadi karyawan ataupun siapa saja yang mengunjungi dan membaca blog tersebut...

Akhir kata, terimakasih Blogger.... 😊

Saturday, December 16, 2017

Kelucuan yang Tidak Lucu

Selamat sore prends. Gemana kabar nih?
Yah, saya harap sampeyan lagi adem ayem tak mikirin utang apalagi belepotan nyari mantan kesana kesini. Sudahlah.. Disini saja.. Nyatanya... Nyegerin men! Mbuehehe....

Kelucuan yang tidak lucu. Itulah judul postingan saya kali ini.

Postingan ini terinspirasi dari beberapa kejadian yang menurut saya lucu tapi tidak lucu.

Maksudnya gemana?

Yaaa... Gitu dah!
:)

Sebelumnya saya tegaskan disini bahwa postingan ini tidak ditujukan atau bahkan dimaksudkan untuk menyindir apalagi menghina komunitas tertentu.

Intinya, saya berharap agar anak-anak di negeri ini pada hidup damai tidak saling caci dan gontok-gontokan untuk sesuatu yang justru merugikan diri kita sendiri dan bangsa ini pada umumnya. Bahkan Negara...

Kayaknya gawat inih?

Bisa jadi ;)

Okey, ini saya kasih gambaran sesuatu yang lucu tapi tidak lucu.

Jika di media sosial, Youtube misalnya, ada Ustadz yang sedang berdakwah, kira-kira dakwah itu sebenarnya untuk siapa?

Muslim?
Nasrani?
Hindu?
Buddha?
Konghucu?
atau Komunis?

Jika di media sosial, lagi-lagi Youtube misalnya, ada Pendeta yang sedang berceramah, kira-kira ceramah itu sebenarnya untuk siapa?

Muslim?
Nasrani?
Hindu?
Buddha?
Konghucu?
atau Komunis?

Jika di media sosial, lagi-lagi Youtube misalnya, ada Bhiksu yang sedang berceramah, kira-kira ceramah itu sebenarnya untuk siapa?

Muslim?
Nasrani?
Hindu?
Buddha?
Konghucu?
atau Komunis?

Tidak usah dijawab dengan sebegitu idealis... Santai saja....


Istilah kafir misalnya....
Sepengetahuan saya, masing-masing agama mempunyai istilah yang kurang lebih sama maknanya, hanya berbeda penyebutan. Kebetulan saudara saya kan ada yang Nasrani (Kuliah di seminari malah), dan teman ada yang Buddha bahkan atheis.

Kelucuan yang tidak lucu tentang terminologi kafir ini pun terjadi.

Sekali lagi, semua Agama mempunyai istilah yang maknanya kurang lebih sama.

Anehnya, jika ada masalah kafir, ada tuh komentator yang nggak rela dikatain seperti itu, bahkan mearah-marah di kolom komentar. Padahal jelas-jelas dia non muslim.

Sungguh, media sosial, selain membuat kita pintar, ternyata juga membuat kita membodoh-bodohkan diri sendiri.

Kalau muslim menyebut non muslim kafir, karena itu memang keyakinannya.

Nasrani menyebut orang yang berada diluar agamanya sebagai domba yang tersesat pun sah-sah saja.

Hindu, Buddha ya sama...

Kenapa ini menjadi lucu?

Ini kan ranah keyakinan... Kenapa harus dibawa-bawa dalam ranah sosial bahkan politik...

Kita harus sama-sama rela dikafir-kafirkan atau apalah itu namanya oleh orang yang berbeda Agama dengan kita. Karena itu keyakinan.

Namun membawa ranah keyakinan tersebut bahkan mempermasalahkanya, terlebih masuk ke ranah politik, jadinya lucu ini.


Keyakinan itu kan yakin.

Biar saja orang lain mau bilang apa tentang kita, yang penting adalah tidak merasa paling benar dihadapan semua orang.

Toleransi menjadi kata yang tidak suci lagi saat ini.

Semoga kita tidak terjebak dalam permainan ini.

NKRI harga mati!






Monday, December 4, 2017

LOLOS DARI KEMATIAN

Selamat sore teman-teman. Apa kabar nih? Saya harap kalian dalam keadaan baik-baik saja.

Untuk kali ini saya akan cuap-cuap pengalaman pribadi yang lumayan menegangkan tapi juga ajaib. Setidaknya itu menurut saya.

Peristiwa apakah itu?

Lolos dari kematian. ngeri-ngeri sedap yak?




Lolos kok dari kematian. Coba dong lolos dari jebakan janda cantik nan bahenol, kayaknya kagak banget yah? Hahaha...

Berikut beberapa cerita tentang lolosnya saya dari kematian. Ya tentu saja ini yang saya ingat. Yang lupa ya maafkanlah. Tuhan Maha Pengampun, masa kamu tidak. Mbeuhehe...

Pertama ketika saya SD dulu. 

Waktu itu saya mandi di kali Tajum. Namanya juga anak-anak dan belum lihai berenang. Saya pun hanya bermain-main di tepian kali saja.


Entah apa yang terjadi, seakan ada yang menyeret saya ke tengah. Dan. laaappppp.............

Saya tidak bisa berkata apa-apa. Tenggelam!

Yang saya ingat, waktu itu saya mengangkat tangan saya tinggi-tinggi dengan nafas yang tersengal. Alhamdulillah ada teman yang lebih dewasa melihat saya tenggelam.

Seingat saya, bokong saya di dorong sedemikian rupa ke arah pinggir kali. Alhamdulillah selamat. Dan setelah peristiwa itu apakah saya kapok mandi di kali? TIDAK!

Justru saya semakin berani mandi di kali. Dan karena saya ingin sekali bisa berenang, alhamdulillah dari aktivitas lumban (mandi di kali) saya akhirnya bisa berenang.


Kejadian lolos dari kematian selanjutnya adalah ketika saya terserempet salah satu bus malam di daerah Buntu, Banyumas.


Waktu itu saya berangkat kerja. Tiba-tiba terserempet bus besar. Bus malam. Saya tidak akan nyebut PO  nya. Malessssss....

Begitu terserempet, saya jatuh ke tengah. Motonya yang ke pinggir. Alhamdulillah tidak ada kendaraan di depan saya. Untungnya juga, kendaraan yang dibelakang saya juga melambat.

Apesnya, ndak ada yang nolong gaesss... Kamfretttttt....

Untunglah hanya lecet saja.

Kejadian serupa terjadi beberapa minggu yang lalu di gunung tugel. Hanya saja kali ini saya kecelakaan tunggal.

Jatuh di tengah jalan gara-garanya banyak material pembangunan yang teronggok begitu saja di tepi jalan. Kamfrett itu dinas atau perusahaan yang punya proyek. Ngawur banget.


Untunglah kendaraan yang di depan saya pada berhenti persis di depan kepala gue!

Njir....


Akhirnya, dengan dibantu orang yang sampai saat ini tidak tahu siapa namanya, saya berhasil lolos dari kecelakaan yang lebih mengenaskan.

Ada lagi?

Ada... tapi saya simpan untuk kenangan ah... Hahahaa...


Salam satu aspal!

Monday, November 6, 2017

CIRI-CIRI JALAN YANG MEMBAHAYAKAN

Siang menjelang sore gaes.

Seperti biasa, sebelum membaca postingan ini, cuci muka kalian lebih dulu. Biar kelihatan kayak manusia gitu.

Mbuehehehe.

Postingan kali ini saya kasih judul CIRI-CIRI JALAN YANG MEMBAHAYAKAN.

Sumber Gambar

Membahayakan yang saya maksudkan disini adalah jalan yang biasanya terjadi kecelakaan disitu.


Sebagai seorang bikers yang saban hari (kecuali hari Minggu) pulang pergi naik sepeda motor, setelah bertahun-tahun saya amati, ternyata yang namanya kecelakaan lalu lintas, seringnya di jalan itu-itu saja. 

Ndak tahu kalau menurut sampeyan pada. Jika ada yang lain, bolehlah share disini :)

Tapi itulah pengalaman saya selama ini.

Bahkan bukan hanya saya saja yang beranggapan demikian, teman-teman kerja saya juga hafal betul daerah mana saja yang rawan kecelakaan.

Berikut tanda-tanda jalan yang membahayakan bagi pengendara yang melaluinya.

 1. Jalan yang lurus dan panjang

Hal ini dimungkinkan karena jalan yang bentuknya seperti itu kadang menipu pandangan kita. Jalan yang lurus dan panjang, padahal sempit, kelihatannya lebar.  So, sering terjadi kecelakaan. Dan jalan yang saya lalui ada yang bertipe seperti itu. Hasilnya? Sering terjadi kecelakaan disitu.

2.Jalan yang lebar dan menikung/tikungan

Saya pikir ini jelas dan sangat jelas. Anehnya, masih banyak orang yang suka menyalip pada tikungan tersebut. Memang sih lebar, tapi kalau tidak tepat dalam "mengira-ngira" atau felling-nya so bad, pastilah hasilnya membahayakan.
Biasanya kendaraan roda dua yang menyalip kendaraan-kendaraan besar dan panjang macam tronton ataupun mobil isi BBM.

3. Jalan dengan aroma mistis

Percaya tidak percaya sih. Tapi bagi yang pernah mengalaminya, akan percaya juga :)

4. Tanjakan dan turunan

Nah, kalau yang ini malam minggu kemarin saya yang jadi korbannya :(

Itulah ciri-ciri jalan yang membahayakan bagi para pengendara yang melaluinya.


Bagi teman-teman semua, harap berhati-hati jika melaluui tipe jalan seperti itu.


Keep safety.



Monday, October 23, 2017

SELAMAT BEKERJA PAK PRESIDEN!

Tak terasa, tiga tahun sudah seorang pria asal Solo, seorang pria yang terkenal dengan kesederhanaan dan gebrakan-gebrakan yang tergolong baru dan berani itu kini memimpin negara besar, Indonesia.

Sebagai pemimpin, tentulah pak Joko Widodo atau pak Jokowi mempunyai sisi positif dan negatif.

Dan saya pikir itu wajar. Karena Beliau bukanlah malaikat. Bahkan malaikatpun memiliki kelemahan... Ndak punya nafsu kang! Mbuehehe.

Jujur saja, tulisan ini bukanlah bentuk dukungan maupun umpatan bagi Beliau. Tulisan ini lahir dari diri pribadi saya selaku anak bangsa yang sangat merasa memiliki nusantara ini.

Dan bagaimana penilaian Anda terhadap saya pun itu tidak akan saya permasalahkan. Karena setiap manusia memiliki sudut pandang yang berbeda. Ya nggak sih?

Baiklah, kembali ke topik hidayat... eh, topik tulisan ini.

Selama kurang lebih tiga tahun ini, saya melihat sudah banyak perkembangan khususnya yang berupa fisik. Bisa dikatakan dominan bahkan.

Bukan hanya kota-kota besar saja, di kampung-kampung pun pembangunan fisik ini berjalan dengan sumringah.

Bahkan di pedalaman macam Kalimantan, ini berdasarkan cerita saudara saya, disana sedang gencar-gencarnya dibangun berbagai infrastruktur yang terbilang wow :)

Saya sih setuju-setuju saja, bahkan sangat setuju jika pemerintah membangun infrastruktur dengan begitu megahnya.

Kenapa?
Negara kita adalah negara kepulauan. Dengan infrastruktur yang keren, maka negara ini, cepat atau lambat akan berubah menjadi negara yang besar, bahkan maju.

Singapore saja bisa semakmur itu kok? Darimana lagi kalau bukan karena infrastruktur, salah satunya adalah pelabuhan, yang terbilang okey :)

Kemajuan pembangunan di desa pun berjalan dengan gagahnya.

Ini tidak terlepas dari pelaksanaan Undang-Undang Desa tentunya.

Undang-undang yang digagas semenjak zaman presiden SBY ini terbilang mulai sukses dalam pelaksanaannya. 

Memang sih, tadi siang saya membaca salah satu berita di media massa yang konon katanya beberapa kepala Desa ditangkap karena kasus korupsi. Yaaa begitulah...

Pembangunan fisik dengan berbagai infrastruktur apalah itu namanya, saya dukung... Tetapi yang penting adalah bagaimana terlebih dahulu membangun mental, khususnya para pemimpin dan pemegang kebijakan di seluruh negara ini.

Kenapa mereka? Ya karena merekalah yang memegang kendali, mau diapakan dan mau dibuat apa ini negeri kan tergantung mereka.

Bahkan kalau boleh saya sarankan, anggaran untuk pendidikan mental ini cukuplah dengan contoh akhlak yang baik dari para penguasa dan para ulama tentunya.

Saya pikir, kita terlalu "duit oriented".

Apakah segala sesuatu yang berhubungan dengan anggaran harus selalu berbentuk duit?

Lalu apa gunanya PANCASILA?

Bukankah jelas bahwa Pancasila itu bukanlah paham yang berorientasi pada harta?

Mengapa founding father bangsa ini menggunakan Paham Pancasila, BUKAN LIBERAL MISALNYA? ATAU KOMUNIS?

Setiap orang bebas menafsirkannya kan?

Dan bagi saya, Pancasila bukanlah dasar semata. Ia adalah falsafah. 

Sejak SD saya sudah diterangkan apa itu Pancasila sebagai DASAR NEGARA, apa itu PANCASILA sebagai FALSAFAH BANGSA?

Sudahlah... Saya bukan profesor yang ahli dalam bidang Pancasila.

Saya hanya merasa kalau ada sesuatu yang pincang pada bangsa ini.

Ketika dana yang melimpah (Saya kurang paham itu murni hasil dari negara atau hutang), tapi disisi lain, pemegang kebijakan untuk dana yang tidak sedikit itu justru pada ramai-ramai korupsi.

Saya benar-benar heran...

Bukankah mereka juga memiliki anak cucu?

Atau... Jangan-jangan mereka melakukan korupsi untuk ngempani anak isteri beserta turunanya? hahaha... Entahlah...

Saya harap, di tiga tahun pemerintahan pak Jokowi ini, KORUPSI bisa diturunkan. kesejahteraan rakyat bisa ditingkatkan.

Dan harapan besar saya adalah pendidikan mental (akhlak) mendapat perhatian yang lebih serius lagi.

Masa depan ada di tangan kita...

Selamat bekerja pak Presiden :)



Sunday, September 10, 2017

GUNAKAN POSTINGAN JENIS INI UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN ANDA

Bulan ini adalah bulan menunggu. 
Menunggu keputusan beberapa calon pembeli yang kami prospek pada bulan sebelumnya, Agustus dan bersepakat utk membeli mesin pertamini pd bulan ini.
Bagi orang yang berjualan seperti saya, menunggu bukanlah duduk santai kayak lagi nungguin pacar di taman kota... Heuheuheu... 

Menunggu bagi saya adalah menjemput bola, walaupun itu hanya sekedar me-ngelike atau memberikan emoticon pd postingan calon konsumen yg memiliki fb kayak saya....

Bagi yg tidak punya akun, menjemput bola bisa dilakukan dengan sekedar bersilaturahmi atau sekedar titip salam buat mereka.
Hanya itu saja? Tentu saja tidak...

Edukasi tentang produk, keuntungan dan "iming iming" bonus terus kita sampaikan kepada mereka.
Hanya saja, intensitas nya dikelola dengan sedemikian rupa...
Tidak terlalu sering dan gunakan "jurus jitu" bernama "insight produk".

Apa Itu?

Jadi begini, taruhlah Anda sedang berjualan di facebook, menjual buku tentang cara mudah jualan online misalnya.

Sebelum Anda menjual secara langsung atau hard selling kepada teman di facebook Anda, ada beberapa hal yang bisa kita gunakan sebagai jurus INSIGHT untuk buku tersebut.

Insight inilah yang nantinya Anda kembangkan sebagai bahan postingan di facebookAnda.
Ingat yah, orang-orang tidak suka dijuali di medsos, tapi mereka senang membeli lho di medsos 😊

Nah, karena buku yang dijual adalah buku tentang CARA MUDAH JUALAN ONLINE, inilah beberapa INSIGHT yang bisa Anda gunakan sebagai jurus jualan Anda.
1.     Banyaknya smartphone murah memudahkan siapa saja bisa mengakses internet
2.    Kemudahan jualan online melalui internet
3.    Tidak semua orang mau membeli secara sembarangan di internet
4.    Tips berjualan di internet
5.    Ilmu jualan di internet yang terbukti ampuh

Masih bingung min?

Baiklah…
Saya kasih contoh tentang jurus jitu insight produk ini.

Masih berhubungan dengan paragraf sebelumnya (menjual buku tentang cara mudah jualan online ).
Dari ke-5 insight di atas, saya akan kasih contoh nya langsung, SATU SAJA…

Kenapa satu? Saya pikir Anda bisa mengembangkan 4 insight lainnya 😊

1.     Banyaknya smartphone murah memudahkan siapa saja bisa mengakses internet
Seiring perkembangan teknologi yang begitu cepat, bukan hanya akses internet saja yang terbilang bisa dinikmati hampir oleh semua orang, alat yang digunakan untuk mengakses internet, gadget misalnya juga berkembang sangat pesat.
Persaingan yang begitu tajam mengakibatkan persaingan yang terbilang sengit. Persaingan berupa teknologi perangkat gadget bahkan sampai ke harga sudah begitu dahsyat kita rasakan.
Smartphone misalnya, yang tadinya barang mewah, sekarang kelas menengah ke bawah sudah bisa memilikinya. Kenapa? Karena ana perusahaan yang menjual produknya dengan harga yang terjangkau.
Dengan keterjangkauan ini, kini siapa saja bisa mengakses internet tanpa batas.
Nah, bagi pebisnis online, ini merupakan kesempatan untuk mengenalkan produk yang dijual kepada para pengguna internet tersebut.
Pertanyaannya, kita mau jadi penonton, atau mau jadi pebisnis online yang tentu saja bisa menikmati “gurihnya” penjualan dari internet ini?
SUDAH SIAPKAH ANDA?

Dari contoh insight ke satu ini, saya pikir teman-teman sudah mulai paham tentang insight produk yang saya maksud.

Coba dech teman-teman lanjutkan insight yang kedua hingga yang paling bontot.

Yang perlu teman-teman ingat adalah…..  Postinglah insight produk tersebut secara berkala di facebook Anda. JANGAN LANGSUNG DIPOSTING SEMUA!!!

Posting juga pada waktu-waktu yang terbukti manjur. Sudah tahu kan waktu-waktu mustajab tersebut? Hehehe…

Lanjut…..

Mungkin diantara Anda masih bertanya-tanya, kenapa harus menggunakan jurus insight ini?
Saya sudah katakan, bahwasanya oran-orang itu tidak suka dijuali, tapi mereka senang untuk membeli via medsos, facebook misalnya.

Sekarang Anda bayangkan, jika setiap hari di beranda Anda isinya hanya orang-orang yang berjualan, apa yang Anda rasakan? 😉

Selain itu, pada dasarnya INSIGHT ini adalah penjelasan dari Anda tentang manfaat dari produk yang Anda jual. Hehehe… Baru nyadar yah?

Jurus inilah yang sudah digunakan oleh para pebisnis online handal macam kang Dewa Eka Prayoga. Dan dari buku-buku Beliaulah saya belajar tentang bagaimana cara berbisnis online, termasuk jurus insight ini saya dapatkan dari Beliau. Matur nuwun kang Dewa 😊

Semoga postingan tentang jurus insight produk ini bermanfaat untuk kita semua. Amiin.